"pengertian persediaan barang bagian 2"


PERSEDIAAN

ARTI PENTING PERSEDIAAN
-          Berpengaruh terhadap neraca maupun rugi laba
-          Persediaan menggambarkan 70 %  dari keseluruhan kativa lancer
-          Dalam laporan rugi laba : memegang peranan penting dalam penentuan hasil operasi perusahaan dalam suatu periode;  laba kotor (penjualan – harga pokok penjualan)
-          Manajemen persediaan merupakan kunci keberhasilan operasi perusahaan
-          Persediaan yang terlalu kecil akan menimbulkan kekecewaan konsumen, dan persediaan terlalu tinggi akan menyebabkan biaya penyimpanan dan pemeliharaan persediaan akan melambung.
-           
KLASIFIKASI PERSEDIAAN
Kategori Persediaan
1.       Persediaan Bahan Baku
2.       Persediaan barang dalam proses
3.       Persediaan Barang Jadi
PENENTUAN KUANTITAS PERSEDIAAN
Bertujuan untuk menetapkan jumlah unit (satuan) persediaan yang dimiliki perusahaan pada tanggal neraca, meliputi 2 Hal:
1.       Perhitungan Fisik atas Barang yanga da di gudang
2.       Perhitungan atas barang dalam perjalanan
Perhitungan Fisik Persediaan
Meliputi : pekerjaan menghitung, menimbang, atau mengukur tiap-tiap jenis barang yang berada dalam perjalanan
Prosedur pengendalian intern untuk memperkecil terjadinya kesalahan dalam perhitungan fisik persediaan :
1.       Perhitungan harus dilakukan oleh orang-orang yang tidak ditugasi untuk menyimpan persediaan. (Pembagian Tugas)
2.       Tiap bagian mendapat tugas yang jelas mengenai jenis persediaan yang menjadi tanggungjawabnya (Penetapan tanggung jawab)
3.       Harus dilakukan perhitungan kedua oleh orang lain. (Pemeriksaan intern secara independen)
4.       Harus digunakan kartu persediaan yang bernomor urut tercetak, dan kartu tersebut diawasi pemakaiannya. (Prosedur dokumentasi)
5.       Harus ditunjuk pengawas yang menentukan bahwa semua jenis persediaan diberi kartu dan tidak ada satu jenis persediaan pun yang diberi lebih dari satu kartu (Persediaan intern secara independen)

Barang Dalam Perjalanan
Barang masih berada di tangan pihak pengangkut, misalnya di kereta api, pesawat, truk.
2 syarat penjualan yang disepakati penjual dan pembeli; barang dalam perjalanan :
1.       FOB (Free On Board) Shipping Point ; pemilikan atas barang akan berpindah ke tangan pembeli pada saat pihak pengangkut menerima barang dari tangan penjual.
2.       FOB (Free On Board) Destination : pemilikan atas barang akan akan berada di tangan penjual sampai barang diserahkan ke tangan pembeli oleh perusahaan pengangkut.
HARGA PEROLEHAN PERSEDIAAN
Factor-faktor yang mempengaruhi harga perolehan persediaan:
Faktor
Nama Rekening
Pengaruh terhadap harga perolehan
Harga faktur
Pembelian
Menambah
Biaya Angkut
Biaya Angkut Pembelian
Menambah
Potongan Tunai Pembelian
Potongan Tunai Pembelian
Mengurangi
Retur dan Potongan Pembelian
Retur dan Potongan Pembelian
Mengurangi

METODA PEROLEHAN PERSEDIAAN YANG TERSEDIA UNTUK DIJUAL
Persediaan awal
Rp.        200.000,00
Pembelian
Rp.     1.000.000,00
Tersedia untuk dijual
Rp.     1.200.000,00


METODA PENETAPAN HARGA PEROLEHAN ATAS DASAR ALIRAN FISIK SESUNGGUHNYA
Toko barang-barang elektronika Romantika membeli li TV 27 inch Merek Sony dengan harga yang berbeda-beda:
1.       Rp. 2.500.000
2.       Rp. 2.550.000
3.       Rp. 2.600.000
4.       Rp. 2.625.000
5.       Rp. 2.700.000
Selama 1 tahun terjual 3 buah TV terjual dengan harga masing-masing Rp. 3.000.000. Setelah dilakukan perhitungan fisik diketahui bahwa yang ada di gudang memiliki harga Perolehan Rp. 2.500.000,- dan Rp. 2.600.000,- yang diketahui dari kartu yang melekat pada masing-masing barang.
Dengan demikian:
Harga Persediaan akhir TV adalah Rp. 5.100.000,- = Rp, 2.500.000,- + Rp. 2.600.000,-
Harga Pokok Penjualan TV adalah Rp. 7.875.000,-= Rp. 2.550.000,- + Rp. 2.650.000,- + Rp. 2.700.000,-

METODA PENETAPAN HARGA PEROLEHAN ATAS DASAR ALIRAN ANGGAPAN
Pemilihan Metode yang dipandang paling tepat diserahkan kepada manajemen perusahaan masing-masing. Misalnya 2 perusahaan yang sama bergerak di bidang computer : Unisys menggunakan FIFO dan IBM menggunakan LIFO



FIFO (FIRST IN – FIRST OUT)
Dengan Anggapan Tersebut maka 550 unit barang yang telah dijual akan mempunyai harga perolehan sebaga berikut :



LIFO (LAST IN – FIRST OUT)
Seperti pada metode FIFO, kita dapat menguji kebenaran penentuan harga pokok penjualan dengan cara berikut sebagai berikut :



HARGA PEROLEHAN RATA-RATA
Metoda Harga Rata-rata pada Anggapan bahwa barang tersedia untuk dijual adalah homogin.

Harga rata-rata dapat ditentukan dengan cara lain yang disebut rata-rata sederhana:

Rp. 10,00 + Rp. 11,00 + Rp. 12,00 + Rp. 13,00
=
Rp. 11,50
4
Kelemahan dari Metode rata-rata sederhana:
1.       Tidak memperhitungkan jumlah unit yang dibeli
2.       Bisa dipengaruhi oleh harga beli per unit yang ekstrim tinggi atau ekstrim rendah.


PENGARUH METODA HARGA PEOLEHAN TERHADAP LAP0RAN KEUANGAN
PT PIBATUBO telah menjual 550 unit dengan harga Rp. 11.500.000,- biaya operasi Rp. 2.000.000,- dan pajan penghasilan 15 %
Pada saat harga-harga sedang naik, metode FIFO akan menghasilkan laba bersih tertinggi, akan tetapi pada saat harga-harga seedang turun metode LIFO akan menghasilkan laba paling tinggi
PEMILIHAN METODA HARGA PEROLEHAN
Alasan yg mendasari umumnya 3 faktor :
1.       Pengaruh Terhadap Neraca
Pada masa Inflasi
2.       Pengaruh Terhadap Laporan Rugi Laba

3.       Pengaruh Pajak

SISTEM PERSEDIAAN PERPETUAL
PENCATAAN PADA SISTEM PERSEDIAAN PERPETUAL

PENETAPAN HARGA PEROLEHAN PADA SISTEM PERPETUAL
Perpetual – FIFO
LIFO
 Perpetual – LIFO
Rata-rata Bergerak
PENYIMPANGAN DARI HARGA PEROLEHAN PERSEDIAAN
Rusak atau Ketinggalan Jaman
Penurunan Harga
Penerapan Metoda Harga Terendah diantara Harga Perolehan dan Harga Pasar
PENAKSIRAN PERSEDIAAN
Metoda Laba Kotor
Metoda Harga Eceran
KESALAHAN PENENTUAN PERSEDIAAN
Pengaruh Kesalahan terhadap Laporan Rugi Laba
Pengaruh Terhadap Neraca
PENYAJIAN DALAM LAPORAN KEUANGAN


Title: "pengertian persediaan barang bagian 2"; Post By: Mohammad Nafi; Rating Blog: 5 from 5

No comments: