Iklan Premium








"MAKALAH AKUNTANSI 2 KAS bab 5"


MAKALAH
AKUNTANSI 2
KAS


Disusun dalam rangka memenuhi tugas
Mata Kuliah Akuntansi 2
Semester 4

Penyusun :
Fatkul Huda
      Mutohar
    Aang Khunaifi
 Adha Ni’mah
      Arini
      Asmaul

Dosen Pembimbing :
Mashuri, SE. Ak


Program Studi Ekonomi Syari’ah
SEKOLAH TINGGI ILMU SYARI’AH
SENTRA BISNIS ISLAM
SURABAYA
KATA PENGANTAR


Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah Yang Maha Kuasa yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini tepat pada waktunya meskipun dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana.
Harapan kami  semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman, juga membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga  untuk kedepannya kami dapat memperbaiki bentuk maupun isi maklah ini dengan lebih baik.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampa akhir. Semoga Allah Yang Maha Kuasa senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.

Surabaya, 27 Mei 2012

Penyusun

                                                                                               

                                                                                                                       

BAB II
PEMBAHASAN
A.     Pengertian Kas
            Perusahaan memerlukan kas untuk menjaga kelancaran operasi usahanya dan kas harus diatur secara seksama, sehingga tidak terlalu banyak atau terlalu sedikit yang tersedia setiap waktu.
Pengertian kas menurut M. Munandar dalam bukunya Pokok-Pokok Intermediate Accounting (1996 : 32) yaitu : Kas adalah semua uang kertas dan logam, baik mata uang dalam negeri maupun luar negeri, serta surat-surat yang mempunyai sifat seperti mata uang yaitu sifat dapat segera dipergunakan untuk melakukan pembayaran-pembayaran pada setiap saat dikehendaki.
Menurut Sofyan Syafri Harahap dalam buku Analisa Kritis Atas Laporan Keuangan (2001; 258) mengatakan bahwa : Kas adalah uang dan surat berharga lainnya yang dapat diuangkan setiap saat serta surat berharga lainnya yang sangat lancar memenuhi syarat; setiap saat dapat ditukar menjadi kas, tanggal jatuh temponya sangat dekat, dan kecil resiko perubahan nilai yang disebabkan perubahan tingkat bunga.
Menurut Kieso dan E. Donal dalam buku Akuntansi Intermediate (2002 : 380), mengatakan bahwa : Kas adalah aktiva yang paling likuid, merupakan media pertukaran standard dan dasar pengukuran serta akuntansi untuk semua pos-pos lainnya.
Kas merupakan satu-satunya pos yang paling penting dalam neraca, karena berlaku sebagai alat tukar dalam perekonomian kita. Kas juga menjadi begitu penting karena perusahaan harus mempertahankan likuiditas yang memadai, yakni mereka harus memiliki uang yang mencukupi untuk membayar kewajiban pada saat jatuh tempo agar kelangsungan perusahaan dapat terus beroperasi.
Menurut Suad Husnan dalam bukunya Dasar-Dasar Manajemen keuangan (1998; Edisi Kedua) mengemukakan bahwa : Kas adalah suatu bentuk aktiva yang paling likuid, yang bisa dipergunakan segera untuk memenuhi kewajiban finansial (keuangan) perusahaan.
Dari beberapa pengertian di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa kas merupakan semua jenis uang dan surat-surat berharga lainnya yang dapat diuangkan setiap saat, dan sebagai alat pertukaran yang paling likuid yang digunakan sebagai ukuran dalam keuangan serta umumnya diklasifikasikan sebagai aktiva lancar.
            Agar dapat dilaporkan sebagai kas, suatu pos harus tersedia setiap saat dan tidak dibatasi penggunaannya untuk pembayaran kewajiban lancarnya.
Persediaan uang kas di dalam perusahaan terutama diperlukan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan sebagai berikut :
  1. kebutuhan untuk melakukan transaksi
  2. Kebutuhan untuk pengeluaran tak terduga
  3. Kebutuhan untuk menggunakan kesempatan berspekulasi yang ada untuk menarik keuntungan dengan akibat dari adanya uang kas yang cukup dalam perusahaan.
Oleh karena itu dibutuhkan sebuah manajemen kas yang baik.
B.     Tujuan Manajemen Kas :
1. Melindungi kas dari tindakan penyelewengan, penggelapan ataupun pencurian
a.      Pemisahan teknis secara tegas antara petugas yang melakukan pencatatan dengan petugas yang menangani kas secara fisik.
b.      Diterapkannya sistem kunci / password untuk aplikasi komputer.
c.       Rolling karyawan dan pemberian cuti kepada karyawan
d.      Menyimpan kas di bank dan hanya menyediakan sejumlah kecil kas di perusahaan untuk keperluan pengeluaran rutin harian.
2. Ketersediaan kas harus direncanakan dengan baik agar tersedia dalam jumlah yang paling ekonomis.
3. Agar setiap penggunaan satu rupiah kas dapat memberikan kontribusi yang optimal bagi perusahaan.
C.     Sifat/Karakteristik kas:
a)      Aktif tapi tidak produktif; untuk memperoleh rentabilitas, kas tidak boleh dibiarkan menganggur (idle cash). Untuk memperoleh pendapatan, kas harus diubah terlebih dahulu menjadi persediaan, piutang dst. Tetapi juga tdk diperkenankan seluruh kas diubah bentuknya, karena perusahaan akan kesulitan beroperasi apbl tidak disediakan kas yang memadai. Dari kondisi ini maka manajemen harus mampu menciptakan adanya keseimbangan antara kedua kepentingan tersebut.
b)      Tidak memiliki identitas kepemilikan, sehingga mudah dipindah tangankan. Dengan kondisi ini maka manajemen harus yakin bahwa:
-          Setiap pengeluaran kas harus sesuai dengan tujuan
-          Semua uang yang seharusnya diterima, benar2 diterima
-          Tidak ada penyalahgunaan terhadap uang milik perusahaan






D.    YANG TERMASUK DAN YANG TIDAK TERMASUK DALAM KAS

Yang termasuk dalam kas(cash) :
  • Uang tunai dalam bentuk kertas/logam
  • Uang perusahaan yang disimpan di bank yang sewaktu-waktu dapat diambil
  • Cek yang diterima sebagai pembayaran dari pihak lain
  • Cek perjalanan(travell check) adalah yang diterbitkan oleh suatu bank untuk melayani nasabah yang melakukan perjalanan jarak jauh.
  • Kasir cek adalah cek yang dibuat dan ditanda tangani oleh suatu bank,ditarik oleh bank itu sendiri untuk melakukan pembayaran ke pihak lain
  • Wesel post: dapat dijadikan uang tunai pada saat diperlukan 

Yang tidak termasuk dalam kas(cash) :
  • Deposito berjangka/Time deposite : uang simpanan di bank yang hanya dapat diambil setelah jangka waktu tertentu berakhir
  • Uang yang disediakan untuk tujuan-tujuan tertentu sehingga terikat penggunaannya Contoh : Dana Pensiun
  • Cek mundur/Post date check : tidak dapat digolongkan ke dalam kas sebelum jangka waktunya
·         Perangko
E.     MODEL PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN KAS
1. Model Boumol
Model Ini secara empiris sulit untuk dipenuhi, hal ini disebabkan :
a.      Model ini menggunakan asumsi bahwa semua kas perusahaan dalam bentuk deposito dan     cash equivalent.
a.      Diasumsikan bahwa penggunaan kas oleh perusahaan dalam kondisi penuh kepastian dan dalam jumlah yang tetap
b.      Untuk merubah deposito dan aktiva ekuivalen lainnya diperlukan waktu dan biaya.

C =√ 2 OD / i

 
Rumus :


di mana :        C = Jumlah kas optimum
                        O = Biaya Transaksi
                        D = Kebutuhan Kas setahun
                        i   = Tingkat bunga    
2. Model Miller dan Orr
            Mekanisme perencanaan dan pengendalian kas dengan menetapkan batas kas optimum (Z) dan batas kas maksimum / batas atas (h).
Mekanisme :
Pada saat saldo kas tersedia mendekati sebesar (h), maka kas yang ada harus segera dirubah ke instrumen lain (misalnya didepositokan atau dibelikan surat-surat berharga), sehingga kas akan menjadi sebesar (Z), dan pada saat saldo kas mendekati nol (0), maka harus segera dilakukan pengubahan dari instrumen lain menjadi kas kembali, sehingga kas akan kembali menjadi sebesar (Z).

Rumus :
 




di mana :
Z = batas kas optimum
b = biaya transaksi
a = variasi pengeluaran kas
i = tingkat bunga atau hasil investasi
h = batas maksimal / batas atas


Pengendalian Kas
Dilakukan karena :
a. Uang kas dapat berpindahtangan dengan mudah
b. Tidak ada identifikasi pemilik
c. Kas adalah aktiva yang paling mungkin untuk diselewengkan dan disalahgunakan oleh para karyawan.
d. Banyak transaksi yang secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi penerimaan dan pengeluaran kas.

Pengandalian Intern atas Penerimaan Kas
Semua penerimaan kas telah disetorkan ke bank dan catatan akuntansi perusahaan diselenggarakan dengan benar.
Aspek-aspek yang baik dari pengendalian inten atas penerimaan kas ini :
1.      Adanya penyaringan perhadap calon-calon karyawan yang akan dipekerjakan dan memberikan program pelatihan setelah mereka diterima.
2.      Menunjuk atau mengangkat karyawan tertentu sebagai kasir dan bendahara.
3.      Adanya pemisahan tugas antara kasir dan bagian yang mencatat (bagian            akuntansi).
4.      Otorisasi yang layak atas penerimaan kas di atas jumlah tertentu
5.      Adanya dokumen pendukung dan pencatatan
6.      Penggunaan cash register sebagai pencatat transaksi pada loket-loket pembayaran untuk penjualan tunai.
7.      Penerimaan kas disetorkan ke bank pada keesokan harinya, dan dilakukan oleh             karyawan yang bukan kasir dan bukan pula karyawan yang menangani buku besar dan buku tambahan.






Pengendalian Intern atas pengeluaran kas
Pembayaran dilakukan hanya untuk transaksi-transaksi yang telah diotorisasi
Menjamin bahwa kas digunakan secara efisien
Aspek-aspek pengendalian intern atas pengeluaran kas :
1.      Setiap pengeluaran dilakukan dengan cek, untuk pengeluaran-[engeluaran dalam jumlah kecil dilakukan melalui kas kecil (petty cash).
2.      Pengeluaran-pengeluaran besar harus diotorisasi oleh dewan komisaris atau direksi.
3.      Karyawan yang menangani check, harus terpisah dengan yang mencatat            pengeluaran kas
4.      Auditor intern memeriksa transaksi-transaksi perusahaan, apakah sesuai dengan kebijakan manajemen.
5.      Adanya dokumen pendukung dan pencatatan
6.      Buku cek yang belum digunakan, harus disimpan dalam kotak besi dan di bawah pengawasan pejabat yang bukan menangani akuntansi.

PERENCANAAN KAS
Aspek utama perencanaan kas adalah penyusunan anggaran kas. Manajer harus menyiapkan daftar kegiatan untuk menimbulkan kas (pembelanjaan) dan kegiatan menggunakan kas (pengoperasian dan penginvestasian). Dengan kata lain manajer harus membuat proyeksi Cash in flow, Cash out flow dan balance (saldo). Agar tujuan tercapai, ada 2 hal yang harus dilakukan:
  1. Menentukan sumber penerimaan kas, misal; kas dari operasi rutin, kas dari pelunasan utang jangka panjang, investasi dari pemilik, penjualan aktiva tetap, mengeluarkan obligasi dll
  2. Menentukan rencana penggunaan kas, misal; pembayaran dividen, pembayaran utang jangka panjang, pembelian aktiva tetap, membayar gaji karyawan, dll
Berdasarkan 2 hal tadi maka manajemen dapat mengetahui seberapa besar kas yang dibutuhkan atau seberapa besar kas yang menganggur, selanjutnya dapat ditentukan langkah selanjutnya terhadap kas yang berlebihan/menganggur .

F.     REKONSILIASI BANK

Penyimpanan kas perusahaan dalam bentuk rekening giro bank merupakan salah satu cara dalam pengendalian intern terhadap kas karena pihak bank memiliki prosedur-prosedur tersendiri yang dapat memberikan keamanan terhadap kas. Secara periodik (biasanya bulanan) bank memberikan laporan bank yang berisi informasi mengenai saldo awal dan saldo akhir bulan, serta daftar transaksi yang terjadi selama bulan yang bersangkutan. Antara pembukuan perusahaan dengan laporan bank seringkali menunjukkan jumlah saldo yang berbeda. Hal ini disebabkan dua hal yaitu :
a.      adanya perrbedaan waktu pencatatan atau keterlambatan pencatatan baik dari pihak bank maupun perusahaan
b.      terdapatnya kesalahan pencatatan baik yang dilakukan pihak perusahaan maupun pihak bank.
Berikut ini penjelasan mengenai penyebab perbedaan baik itu karena perbedaan waktu pencatatan ataupun karena kesalahan pencatatan :
  1. Bank belum mencatat perusahaan sudah mencatat yaitu dalam hal :
  1. setoran dalam perjalananan (deposit in transit = DIT)
  2. cek dalam perjalanan (Outstanding Check = OSC)
  1. Perusahaan belum mencatat, bank sudah mencatat dalam hal :
  1. penerimaan kas melalui bank
  2. biaya administrasi bank
  3. pendapatan bunga atau jasa giro
  4. adanya cek kosong dari konsumen atau debitur.
  5. Cek  yang dikembalikan kepada penyetor karena alasan tertentu (bukan cek kososng) tetapi perlakuan pencatatannya sama dengan cek kososng
  1. Baik pihak bank ataupun perusahaan sama-sama melakukan kesalahan pencatatan.
  2.  
Contoh Rekonsiliasi Bank
Pada tanggal 1 mei 2010, PT Rahadian membuka rekening giro di bank Muamalat dengan setoran mula-mula sebesar Rp. 4.000.000. Saldo menurut pembukuan perusahaan pada akhir mei sebesar Rp. 50.500.000, sedangkan menurut laporan dalam rekening Koran pihak bank sebesar Rp. 52.900.000. Setelah dilakukan prosedur rekonsiliasi diketahui bahwa perbedaan tersebut disebabkan karena berikut dibawah ini:
1.      setoran dalam perjalanan Rp. 8.600.000
2.      Cek yang masih beredar sejumlah Rp. 8.700.000 dengan perincian sebagai berikut : cek nomer  021 sebesar Rp. 4.700.000
Cek nomer 025 sebesar Rp. 2.600.000
Cek nomer 031 sebesar Rp. 1.400.000
3.      Bank memberikan jasa giro sebesar Rp. 500.000 dan biaya bank yang dibebankan kepada perusahaan sebesar Rp. 1.200.000.
4.      Cek sebesar Rp. 1.800.000 yang diterima perusahaan dari PT IDAMAN dinyatakan kosong oleh pihak bank.
5.      Bank berhasil menagihkan wesel dengan nilai nominal Rp. 5.000.000. Terhadap jumlah tersebut bank membebankan biaya tagih atau biaya inkaso sebesar Rp. 200.000 sehingga nilai bersih yang diakui oleh bank sebesar Rp. 4.800.000.
Berdasarkan data diatas buatlah laporan rekonsiliasi dan jurnal penyesuaian yang diperlukan.

PT RAHADIAN
Laporan Rekonsiliasi Bank
Per 31 Mei 2010

Saldo perusahaan              Rp. 50.500.000
Tambah :
·         Penagihan wesel   Rp. 4.800.000
/ pendaptan wesel
(5.000.000-200.000)
·         Jasa giro                  Rp.     500.000
                                                    Rp. 5.300.000
                                                 Rp. 55.800.000
                                               
Kurang :
·         Cek kosong             Rp. 1.800.000
·         Biaya bank               Rp.1.200.000
                                                    Rp. 3.000.000
Saldo perusahaan              Rp. 52.800.000
Saldo per bank                   Rp. 52.900.000
Tambah :
·         DIT                                     Rp.   8.600.000
                                                 Rp. 61.500.000

Kurang :
·         Cek yang beredar
Nomer  021   Rp. 4.700.000
Nomer 025    Rp. 2.600.000
Nomer 031    Rp. 1.400.000
 

                                                 Rp.   8.700.000
 


Saldo Bank                           Rp. 52.800.000

Berdasarkan rekonsiliasi diatas PT Rahadian perlu membuat jurnal penyesuaian untuk mencatat adanya perubahan saldo kas perusahaan. Adapun jurnal penyesuaian yang diperlukan adalah :


1.      Untuk mencatat pendapatan dari piutang wesel yang dikurangi biaya tagih
Mei 31       Kas                                          4.800.000
                  Biaya tagih                                 200.000
                              Piutang wesel                         5.000.000

2.      Mencatat penerimaan jasa giro bank
Mei 31       Kas                                          500.000
                              Pendapatan jasa giro             500.000



3.      Mencatat adanya cek kosong
Mei 31       Piutang Dagang                     1.800.000
                              Kas                                                      1.800.000

4.      Mencatat adanya Biaya Bank
Mei 31       Biaya Bank                             1.200.000
                              Kas                                                      1.200.000


G.    DANA KAS KECIL

Dana kas kecil dalam perusahaan berguna untuk menyediakan kas bagi pengeluaran-pengeluaran perusahaan yang jumlahnya relatif kecil. Dalam membentuk kas kecil perusahaan harus menaksir jumlah kas yang perlu disediakan untuk jangka waktu tertentu misalnya untuk keperluan satu bulan. Terdapat dua metode akuntansi untuk menyelenggarakan dana kas kecil yaitu :
a.      sistem dana tetap (Imprest System)
b.      sistem dana berfluktuasi (fluctuating system).  
Perusahaan biasanya mengeluarkan cek untuk mengisi dana kas kecil dan membuat jurnal sebagai berikut :
            Kas kecil                     Rp. xxx
                        Kas                                          Rp. xxx

Dana kas kecil dikelola oleh pemegang kas kecil dan biasanya menyimpan kas dalam peti /lemari penyimpan yang dilengkapi dengan kunci pengaman. Bila kas kecil akan digunakan dibuat bukti dokumen yang berupa bukti pengeluaran kas kecil dan ditanda tangani oleh orang yang mnenerima kas kecil (contoh bukti pengeluaran kas  kecil ada di buku Haryono hal 29).
Pengoperasian dana kas kecil baik sistem dana tetap maupun sistem dana berfluktuasi meliputi 3 tahap yaitu

Sistem Dana Tetap
Sistem Dana Berfluktuasi
1.      Pembentukan kas kecil
              Kas kecil                     xxx
                        Kas                              xxx
1.      Pembentukan kas kecil
             Kas kecil                   xxx
                      Kas                            xxx
2.      Penggunaan/ Pengeluaran dana kas kecil
Untuk sistem dana tetap pengeluaran kas kecil tidak dijurnal, penjurnalan atas pengeluaran-pengeluaran kas kecil baru akan dilakukan pada saat kas kecil tersebut diisi kembali.
2.      Pengeluaran kas kecil
Dilakukan penjurnalan atas pengeluaran-pengeluaran kas kecil.
       Macam-macam biaya         xxx
                      Kas kecil                         xxx
3.      Pengisian kembali kas kecil
Pada saat pengisian kembali dilakukan penjurnalan terhadap pengeluaran-pengeluaran kas kecil
          Macam-macam biaya      xxx
                        Kas                                xxx

3.      Pengisian kembali kas kecil
         Kas kecil                    xxx
                   Kas                           xxx
Setelah pengisian kembali jumlah kas kecil dapat berubah tidak seperti jumlah  semula sehingga system dana berfluktuasi untuk keperluan pengendalian kas kurang sesuai/ kurang baik.




Contoh Kas Kecil Sistem Dana Tetap

Pada tanggal 10 desember 2010 PT Rahadian menetapkan penggunaan kas kecil system dana tetap dengan jumlah Rp. 500.000 dan akan diisi kembali setiap 2 pekan. Dana Kas kecil dibentuk pada tanggal 15 desember  2010. Transaksi yang terjadi selama pembentukan kas kecil sampai akhir tahun 2010 adalah sbb:
            Desember 15 membentuk kas kecil                                       Rp. 500.000
                                 16 membayar kuitansi langganan Koran        Rp. 150.000
                                  20 membeli materai dan perangko                  Rp.    50.000
                                  27 membayar makanan kecil                          Rp.    40.000
                                  31 mengisi kembali dana kas kecil                  Rp. 240.000
Buatlah jurnal yang diperlukan untuk mencatat transaksi diatas.
Jawab :
  1. Pembentukan kas keci
Jurnal untuk mencatat pembentukan dana kas kecil
            Des 15             Kas kecil                     500.000
                                                Kas                                          500.000

  1. Penggunaan dana kas kecil
Untuk sistem dana tetap tidak ada pencatatan.

  1. Pengisian kembali kas kecil
Jurnal untuk mencatat pengisian kembali tanggal 31 desember 2010
            Des 31             Biaya langganan Koran                    150.000
                                    Biaya materai dan perangko   50.000
                                    Biaya makanan kecil               40.000
                                                Kas                                                                  240.000
Dari uraian diatas dana kas kecil tidak pernah dikredit sehingga saldo kas kecil selalu tetap sebesar Rp. 500.000. Pada akhir periode harus dilakukan pengisian kembali untuk mengakui adanya biaya-biaya yang dikeluarkan pada pengisian sebelumnya dan untuk menentukan jumlah dana kas kecil yang dilaporkan di Neraca. Berdasarkan contoh diatas, saldo dana kas kecil yang dilaporkan di neraca per 31 desember 2010 adalah Rp. 500.000
Tetapi jika tidak ada pengisian kembali pada akhir periode maka perlu dilakukan jurnal penyesuaian untuk mengakui biaya sejak pengisian sebelumnya sampai akhir periode tersebut.  Sesuai contoh diatas bila tidak ada pengisian kembali maka jurnal penyesuaian yang dibuat adalah :
            Des 31             Biaya langganan Koran                    150.000
                                    Biaya materai dan perangko   50.000
                                    Biaya makanan kecil               40.000
                                                Kas Kecil                                                         240.000

Jika diposting maka saldo dana kas kecil pada akhir tahun 2010 adalah  Rp. 260.000 yang berasal dari Rp. 500.000 – Rp. 240.000 = Rp. 260.000. Jumlah tersebut akan dilaporkan di neraca tanggal 31 desember 2010.
Pada awal periode 2011 dilakukan jurnal pembalik sbb:

2011                Kas kecil                                                         240.000          
Jan 2                           Biaya langganan Koran                                            150.000
                                                Biaya materai dan perangko                           50.000
                                                BIaya makanan kecil                                       40.000
Andaikan jurnal pembalik diatas telah diposting, saldo kas kecil menjadi debit Rp. 500.000dan akun-akun biaya saldonya menjadi kredit. Pada tanggal pengisian berikutnya, jurnal yang dibuat adalah debit biaya-biaya sebesar jumlah pengisian kembali sebelumnya sampai pengisian kembali sekarang.


Contoh : dari kasus diatas anggaplah pengeluaran dari tanggal 2 januari sampai 15 januari 2011 adalah pembelian materai dan perangko sebesar Rp. 200.000. Pengisian kembali dilakukan tanggal 15 januari 2011 sehingga pengisian kembali sebesar Rp. 440.000 dengan perhitungan sbb:



Tahun 2010
15 - 31 Des
Tahun 2011
2 – 15 Jan

Total
Biaya Langganan Koran
Biaya materai dan perangko
Biaya makanan kecil
Rp. 150.000
          50.000
          40.000
Rp. 240.000
              -
Rp. 200.000
 

Rp. 200.000
Rp. 150.000
        250.000
          40.000
Rp. 440.000

Adapun jurnal pengisian kembali pada tanggal 15 januari 2011 adalah sbb :
            Jan 15            Biaya Langganan Koran                    Rp. 150.000
                                    Biaya materai dan perangko             250.000
                                    Biaya makanan kecil                        40.000
                                                Kas                                                                              Rp. 440.000

Contoh Kas Kecil Sistem Dana Berfluktuasi

Seperti kasus diatas tetapi perusahaan menggunakan system dana berfluktuasi. Buatlah jurnal yang diperlukan untuk mencatat transaksi-transaksi yang terjadi.
  1. Pembentukan kas keci
Jurnal untuk mencatat pembentukan dana kas kecil
            Des 15           Kas kecil                       500.000
                                                Kas                                          500.000

  1. Penggunaan dana kas kecil
                        Des 16             Biaya langganan Koran                    150.000
                                                            Kas kecil                                                         150.000
 

                         Des 20            Biaya materai dan perangko   50.000
                                                            Kas kecil                                                         50.000


 

                         Des 27            Biaya makanan kecil               40.000
                                                            Kas Kecil                                                         40.000

  1. Pengisian kembali kas kecil
Jurnal untuk mencatat pengisian kembalitanggal 31 desember 2010
            Des 31             Kas kecil                                 240.000
                                                Kas                                                                  240.000

Karena sistem dana berfluktuasi terkadang jumlah pengisian kembali berubah / tidak seperti jumlah semula pada saat pembentukan kas kecil
Misal : PT Rahadian pada tanggal 31 desember 2010 mengisi kembali dana kas kecilnya sebesar Rp. 250.000 maka jurnal pencatatannya adalah :
Des 31             Kas kecii                                 250.000
                                                Kas                                                                  250.000

H.    SELISIH KAS
Untuk keperluan pengendalian internal kas, secara berkala jumlah fisik kas dicocokkan dengan saldo buku besar kas, apabila terjadi perbedaan maka selish tersebut dibukukan dalam selisih kas. Pada akhir periode saldo debet selisih kas dilaporkan dalam beban/biaya diluar usaha sedangkan saldo kredit selisih kas dibukukan dalam pendapatan di luar usaha. 

Contoh :
Setelah dilakukan penghitungn secara fisik pada tanggal 31 Mei diketahui saldo fisik kas sebesar Rp. 400.000, sedangkan saldo menurut catatan buku besar sejumlah Rp. 400.500 sehingga terjadi selisih kas sebesar Rp. 500


Jurnal untuk mencatat selisih kas (kurang) tersebut adalah ;
            Mei 31             Selisih kas                   500
                                                Kas                                          500

Jika jurnal diatas diposting kedalam buku besar maka kan nampak sbb:
Kas
 

    Mei 31  Saldo                                  400.500           Selisih kas                                           500     


Selisih Kas
 

 Mei 31            Selisih kurang                        500


Selisih kas tersebut dilaporkan sebagai beban/biaya di luar usaha pada akhir periode
Apabila diketahui tanggal 31 Mei saldo menurut buku besar kas sebesar 397.500 sehingga terjadi selisih kas sebesar Rp. 2.500  maka jurnal untuk mencatat selisih kas (Lebih) adalah sbb :

Mei 31             Kas                  2500
                                                Selisih Kas                              2500





Jika jurnal diatas diposting kedalam buku besar maka kan nampak sbb:
Kas
 

Mei 31  Saldo                          397.500                      
       Selisih kas                            2.500


Selisih Kas
 

                                                                                    Mei 31    Selisih lebih             2.500


Selisih kas tersebut diatas dilaporkan sebagai pendapatan diluar usaha pada akhir periode.









III
PENUTUP
A.     Kesimpulan
Dari uraian yang kami jabarkan di atas kami menyimpulkan bahwa kas adalah merupakan semua jenis uang dan surat-surat berharga lainnya yang dapat diuangkan setiap saat, dan sebagai alat pertukaran yang paling likuid yang digunakan sebagai ukuran dalam keuangan serta umumnya diklasifikasikan sebagai aktiva lancar. Yang dimana setiap perusahaan pasti memiliki, yang diaman kas tersebut sebagai alat pembayaran yang sah, serta mempunyai dua kriteria yaitu:
  1. Tersedia; berarti kas harus ada dan dimiliki serta dapat digunakan sehari-hari sebagai alat pembayaran untuk kepentingan perusahaan
  2. Bebas; setiap item dapat diklasifikasikan sebagai kas, jika diterima umum sebagai alat pembayaran sebesar nilai nominalnya.
 Kas meliputi: Uang tunai (kertas/logam) baik yang ada ditangan perusahaan (Cash in hand) atau ada di bank (bank), Cek, demand deposit, money order dll.
Intinya adalah kas merupakan suatu hal yang harus ada di dalam berorganisasi baik di perusahaan, intansi, maupun di organisasi sekolahan dll. Karena kas tombak kunci yang harus ada, sarat mutlak di dalam berorganisasi.











DAFTAR PUSTAKA

http://dspace.widyatama.ac.id/jspui/bitstream/10364/604/7/bab1.pdf
http://akuntansi-maissya.blogspot.com/2010/12/definisi-kas-yang-termasuk-dan-tidak.html
http://www.library.upnvj.ac.id/pdf/s1akuntansi09/204114008/BAB2.pdf
http://modulakuntansi.files.wordpress.com/2010/01/kas.pdf
http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=pengertian+kas++filetype:doc&source=web&cd=2&ved=0CE0QFjAB&url=http%3A%2F%2Fblog.uad.ac.id%2Fsyam%2Ffiles%2F2009%2F11%2FPEMBAHSAN.doc&ei=nLHET87lLo_irAfn0NjJCQ&usg=AFQjCNGZ3laSt08UDK_T4eAbpAbx3E2iKQ&cad=rja
http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&source=web&cd=10&ved=0CFwQFjAJ&url=ftp%3A%2F%2Fftp1.perbendaharaan.go.id%2Fppakp%2FMODUL_PPAKP_2008%2FModul%2520Dasar-Dasar%2520Akuntansi%2FMODUL%2FAKUNTANSI%2520KAS%2520%2811%29.doc&ei=JrDET7iMEITlrAeYzM2xCQ&usg=AFQjCNEhqwrnSuX3PSQs5AI5Rxh17djtRA&cad=rja
http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=pengertian+kas++filetype:doc&source=web&cd=3&ved=0CFEQFjAC&url=http%3A%2F%2Fpksm.mercubuana.ac.id%2Fnew%2Felearning%2Ffiles_modul%2F34005-1-787527888747.doc&ei=nLHET87lLo_irAfn0NjJCQ&usg=AFQjCNFZRrF98dNCXPUurjEY9LAYlVEu9A&cad=rja


Judul: "MAKALAH AKUNTANSI 2 KAS bab 5"; Ditulis oleh Mohammad Nafi; Rating Blog: 5 dari 5

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...